Layla

My baby, Layla.

Buat yang udah kenal sama saya sejak jaman sekolah, pasti gak akan bertanya ada apakah gerangan hubungan saya dengan Dhatu. Dhatu itu adek kelas saya di SMA. Siaran bareng. Main bareng. Dia yang dulu kos, kalo pas pulang kemaleman dan pintu kos udah dikunci, pulangnya ke rumah saya. Jadi udah bukan ‘orang baru’ lah dalam hidup saya.

Sudah melewati banyak hal, dari dekat, berantem, baikan, berantem lagi tapi sekarang karena udah sama-sama tua jadi udah gapernah berantem, hahaha.

Sudah sejak lama, kami pengen punya kegiatan lain yang menghasilkan. Tapi karena gak berada di satu kota dan bayangan akan kesulitan-kesulitan komunikasi dalam proses produksi, akhirnya kami mundur. Waktu itu saya bilang, saya maunya ‘pegang bahan’. Gak sekedar ikut kasih modal dan terima beres.

Tahun lalu, beberapa bulan sebelum lebaran, kami impulsive mengumpulkan sejumlah uang untuk bikin merk dagang. Waktu itu, akhirnya kami sepakat dalam pembagian tugas. Administrasi, produksi, budgeting, dll.

Namanya jodoh dan rejeki, tanpa banyak kesulitan yang berarti, kami berhasil membuat seri pertama Layla, yang habis hanya dalam waktu satu minggu.

S1

Logonya dibikin sama Dimas Basunondo, our own best designer (asal claim, harus terima aja ya Dim. Orang baik mah rejekinya lancar terus ya Dim!). Soal design baju? Karena kami bukan designer, jadi kami dibantu oleh tukang pola dari konveksi yang kami pakai.

Biasanya kami akan ngobrol via Whatsapp, menentukan mau baju yang seperti apa, saya coret-coret sebisanya, lalu hasil obrolan itu diterangkan ulang oleh Dhatu sama mbak tukang pola. Dia akan menggambarnya dan memberikan saran lalu eksekusi bikin sample. Setelah sample jadi, kami akan ngobrol lagi, perlu atau enggak direvisi. Kalau sudah oke, eksekusi deh.

Jadi kalau ditanya, darimana inspirasi membuat baju? Gak ada, inspirasinya cuma dari kegiatan kami sehari-hari. Saya yang kemana-mana jalan kaki, antar anak les, bolak-balik ke supermarket, pengennya baju yang simple dan tidak panas. Singapore kalo lagi panas, rasanya kayak mataharinya ada 3. Very hot and humid!

Dhatu, karena dia baru saja punya bayi lagi (dan satu toddler yang aktifnya masyaAllah) juga mau baju yang nyaman dan memudahkannya untuk menyusui.

Layla hanya dijual online. Kami (ya tentu saja) belum punya toko. Katalognya kami buat dan kirim via email untuk mereka yang request, dan punya satu page di Instagram yang berisi produk kami. Jual beli dilakukan via Line, Whatsapp dan email. Teknologi ya, sudah begitu canggih dan memudahkan.

Seri selanjutnya, tidak semulus yang pertama. Pasarnya turun. Yah, namanya pasar, pasti akan naik turun gak akan rame melulu.

S2

Tetapi namanya juga rejeki ya, ada beberapa marketplace (baik online maupun offline store) yang meminta kami bergabung dengan mereka. Setelah menyeleksi dan memilih sesuai dengan kemampuan produksi kami, akhirnya kami memutuskan untuk bergabung dengan 2 marketplace besar di Asia. Satu berbasis di Malaysia (www.fashionvalet.com), sudah tayang. Dan satu lagi masih dalam proses di marketplace online besar di Indonesia. Doain ya, sebentar lagi bisa tayang dan sudah bisa dibeli.

S3

Lawan main di bidang ini banyak sekali. Merebut pasar itu gak mudah. Masih banyak sekali yang harus kami tingkatkan. Kami terus survey jenis bahan dan memilih mana yang cocok untuk koleksi kami. Kami bertanya kepada konsumen, baju yang mana yang mereka suka, apa yang gak mereka suka dari produk yang mereka beli, dll.

Pengennya, seperti selayaknya bayi, maunya semua dipikirin. Dari mulai packaging sampai kualitas bahan, dari konsep photoshoot sampai branding. Gak mudah ternyata, tapi juga bukan berarti gak bisa dipelajari.

S4

Harapan kami sih gak muluk-muluk, cuma pengen supaya kami konsisten aja. Kami yakin lah, semua hal kalo dikerjakan secara sungguh-sungguh dan konsisten, suatu saat pasti membuahkan hasil yang manis. Ya kan? Amin dulu dong!

LAYLA

Instagram: @layla.label

LINE@: @layla

Email: labellayla@gmail.com

Advertisements

7 thoughts on “Layla

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s